Alasan Alifia menginginkannya adalah, ia ingin membuka mata umat manusia, untuk melihat apa yang terjadi di dunia ini tidaklah seindah yang mereka lihat. Menurutnya, tak jarang manusia bagaikan berada di bawah panggung dan ada segelintir golongan manusia di balik panggung yang menipu para penonton di bawah panggung. Mereka menyodorkan keindahan, hal-hal manis, dan semuanya hanyalah KEBOHONGAN. Meski usianya masih 12 tahun, tekad dan keberaniannya untuk menulis jurnal ini sangat kuat. Karena melakukannya berarti paling tidak mampu menuntun orang lain untuk tidak tertipu lebih banyak dari para golongan orang yang dapat disebut dengan "zionis", yang dibahas dalam jurnal ini.
"Saya mungkin tak bisa mengubah dunia dengan cepat, atau menyelamatkan orang-orang secara langsung dari kejahatan para zionis. Tetapi paling tidak saya ingin membuat mereka tahu tentang hal ini. Dan saya ingin membagi pengetauan yang saya percaya." celoteh sang penulis.
Ternyata, beberapa orang tercengang ketika melihat Alifia menulis jurnal ini. Bahkan, ibunya sendiri, merasa bahwa hal ini, yang di asumsikan sebagai proyek homeschooling Alifia, ini mengerikan. Sebab, hal yang ditulis Alifia ini membahas mengenai politik dunia. Namun, hal yang sebaliknya dirasakan oleh ayahnya, yang santai saja bila Alifia menuliskan jurnal ini.
Sementara Alifia sendiri berpendapat, "saya tahu ada risiko yang harus diterima dalam menuliskan jurnal yang sebenarnya berisikan pembongkaran rahasia keburukan para zionis. Tapi, karena saya yakin saya benar, maka saya tak merasa takut sedikitpun. Para pendahulu yang membongkar rahasia zionis, memang mendapat 'hukuman' menurut budaya zionis itu, salah satu hukumannya adalah dibunuh. Lihatlah orang-orang yang telah membongkar rahasia-rahasia ini... Ada banyak sekali kasus mereka yang melakukan hal seperti yang saya lakukan sekarang, kira-kira seperti itu. Anda tahu kan? Si komposer musik legendaris dunia, Wolfgang Amadeus Mozart, yang mendapat 'hukuman dari zionis' disebabkan oleh kelakuannya membongkar rahasia tentang zionisme ini. Pada saat pemakamannya, tak ada yang berkabung - menghadiri pemakamannya, hanya anjingnya yang loyal yang dengan sedih menghadiri pemakamannya. Mungkin risikonya beda lagi para zaman ini. Mungkin ada kritik pedas, dan lain-lain... Tetapi saya mau menanggung risiko sebesar apapun itu. Karena saya tahu saya hanya menyampaikan kebenaran... Niat saya hanya ingin membuka mata masyarakat." ucapnya.
Maka, tanpa ragu, sang penulis membagikan kisah tentang zionisme yang ia ketahui di blog ini. Blog yang ditulis setiap posting per-bagian ini, mungkin takkan pernah selesai... Karena akan ada kejadian zionisme yang terus terjadi... dan terjadi secara konstan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar