Minggu, 09 November 2014

Bab 1 Bagian 1

Baiklah, sebuah buku tebal yang saya gunakan untuk meletakkan selembar kertas yang bebas ditulisi apa saja, kini berada di atas genggaman. Saya pun memikirkan sesuatu yang berada tepat di dalam kepala saya, pikiran saya,yang memaksakan untuk ditulis segera, berusaha menyeruak keluar lantas menyusun diri menjadi kata-kata. Untuk memenuhi permintaannya, saya pun memutuskan untuk segera memulai penulisan jurnal ini.   Bagaimanakah jika saya tidak menulisnya? Tentu membuang kesempatan selagi ia hadir di depan mata, dan saya ingin menghindari hal tersebut. Sekarang adalah waktunya untuk menginformasikannya pada Anda. Penuh tanda tanya?   Barangkali begitu…   Jangan kecewa, karena ini bukanlah hal yang mengecewakan, meskipun bagi sebagian golongan manusia ini sungguhlah menyedihkan. Ada 2 kata yang mencekik Anda, sekarang.  Dan keduanya adalah rahasia yang ingin saya bongkar. Apakah itu?   Kita terjebak!   Benarkah?   Ya, kita terjebak.   “Hei, dia telah mencari sensasi dengan mengatakannya!” “Tidak, semua ini tidak benar!!” atau “Tenanglah, ini hanya drama iseng-isengan.” Begitukan yang beberapa orang katakan? Bisa jadi, tetapi saya yakin Anda mau mencoba untuk memperhitungkan pendapat saya dahulu.   Kebenaran terkadang mengejutkan. Adapun yang terasa tak lazim bagi beberapa orang, sehingga mereka membuat keputusan untuk menolak mempercayainya. Tidak yakin itu boleh. Namun, seseorang berkewajiban untuk mencari tahu supaya mendapat keyakinan.   Rahasia yang saya bongkar barusan termasuk dalam kategori rahasia besar yang tak diketahui banyak orang. Sebagian besar umat manusia terlalu menyepelekan masalah ini. Padahal, masalah yang ada pada rumah kita sendiri, dunia kita, bumi kita sendiri, ini bukanlah perkara mudah. Ini menyangkut kehidupan Anda. Dari mulai keuangan, kesehatan dan pangan, hingga keagamaan. Maka, dari sini kita dapat membuat konklusi: hal ini teramat penting.   Meskipun begitu, saya tak heran jika masih saja yang menentang rahasia yang telah saya bongkar. Seperti kutipan yang saya ambil dari Marshall McLuhan (Take Today), ”Hanya rahasia kecil butuh proteksi, rahasia besar terproteksi oleh ketidakpercayaan publik.”   Ya, benar. Orang mati-matian menjaga rahasia dari mulai mencuri penghapus teman sebangku hingga rahasia percintaan. Namun, rahasia besar dunia macam ini mereka takkan pernah menyadari. Padahal, sudah secara gamblang rahasia ini dibeberkan. Tetapi para pemilik rahasia tak perlu cemas, karena banyak masyarakat, masyarakat awam pula, yang tidak mempercayai dan memahami rahasia gelap besar yang hendak menerkam dari belakang Anda. Beruntung jika Anda mengetahui rahasia ini, Anda sudah siap menoleh ketika ada bahaya yang dirahasiakan, hendak menerkam Anda dari belakang.   Ya, kita dijebak. Kita telah terjebak selama sekian dekade, dan abad pula. Apakah Anda percaya pada saya? Tunggu dulu! Pertanyaan awalnya, di mana kita telah terjebak? Ohh mungkin saya tidak tahu pasti. Dan Anda mungkin juga tidak, karena sebagian besar dari kita dalam kondisi trans. Mengerikan bukan? Oh tidak. Kali ini yang saya sadari, kita terjebak di rumah sendiri. Seperti bocah yang diculik dan disekap di huniannya sendiri. Pertanyaan berikutnya, siapa yang telah menjebak kita? Sesama warga rumah! Bayangkan, ini seperti kakak dan mengunci adiknya dalam kamar tidur. Jadi, jelas-jelas bukan alien yang telah memerangkap kita, melainkan manusia.    Lokasi kita terjebak tak lain adalah di mana kaki Anda sekarang berpijak, atau di mana tempat Anda duduk maupun berbaring. Manusia ibarat melihat sebuah bayangan saja dan bukan cahayanya. Atau membaca buku pengetahuan yang penulisnya sendiri tak lebih berpengetahuan dari sang pembaca. Tak jelas dan tak dapat dilihat dengan jernih! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar